Serupa Tapi tak Sama Rugi Miliaran Juga Pernah Saya Alami

Minggu ini cukup menarik perhatian saya, karena ada salah satu artis yang mengunggah pengalaman pribadinya tentang keterpurukan dia dalam dunia yang saya geluti selama 9 tahun terakhir ini. Forex, berdasarkan postingan Kevin Aprilio membawa kerugian yang besar hingga 17 Miliar. Bukan angka yang kecil jika dibandingkan dengan bisnis konvensional lainya.

Apa forex bisa membawa kerugian sebesar itu ? Apa semua orang yang terjun di forex akan mengalami kerugian juga ? Kalau semua orang yang terjun di forex merugi kenapa masih banyak peminat industri ini ? Sebegitu mengerikan kah forex untuk kita ?

Ya, forex merupakan industri paling kejam yang saya kenal. Industri paling high risk yang pernah saya geluti, industri yang memberikan efek besar dalam sebuah kehidupan manusia. Ga heran kalo si Kevin sampai menanggung rugi 17 Miliar, karena yang lebih dari itu masih banyak diluar sana. Mungkin ada yang masih bisa cerita mungkin ada yang sudah mengakhiri hidupnya seperti yang diceritakan Kevin. Beruntungnya Kevin masih memiliki mental kuat dan bisa survive dan bangkit dari keterpurukan.

Kali ini saya akan membahas forex berdasarkan pengalaman saya pribadi yang sejak 2010 saya geluti. Mulai dari yang trading forex konvensional menggunakan mt4, copy trade, titip akun hingga MLM atau money game yang berkedok forex pernah saya ikuti. Semua isinya sama, menawarkan sebuah keuntungan. Money for making money lah istilahnya seperti itu.

Money for making money atau istilah gampangnya investasi. Merupakan sistem pengelolaan keuangan untuk mendapatkan keuntungan, dan setiap pengelolaan uang pasti akan selalu diikuti resiko. Bullshit kalau ada orang yang mengajak bisnis, investasi bilang resiko 0 persen. Resiko terburuk dalam bisnis dan investasi ada uang yang digunakan habis seketika, bahkan bisa mines jika tetap nekat berhutang.

Tidak semua orang bisa menanggung kerugian di forex, karena resiko yang besar itulah forex.Hanya cocok untuk orang orang tertentu yang siap akan kehilangan duitnya, yang kuat mentalnya di pontang panting harga, dan yang siap semuanya ketika menghadapi resiko terburuk. Jika tidak siap akan hal itu semua, jangan pernah mencoba industri ini. Jika kehidupan anda tidak ingin berantakan.

Karena forex tidak ada belas kasihan, mau anda baru atau lama di forex, anda akan tetap memiliki tantangan dan resiko yang sama. Apa saya pernah mengalami kerugian yang sama di forex ? Ya pernah, dulu saya pernah rugi 1.2 Miliar di forex. Tapi itu bukan pure modal, tapi profit.

Singkatbya seperti ini, dulu saya di buka kan akun oleh 2 orang investor saya sebesar 250 juta. Mereka patungan 125 juta. Dari 250 juta berkembang menjadi 400 juta sekian. Di withdraw lah 250 juta dan di bagi 3. Sisanya profit di trading kan hingga 1.2 Miliar. Pas saya ke Jepang, market bergerak liar sekali ketika itu. Pada waktu di transit di Malaysia dana masih 50%. Pas tiba di Jepang, alamak dana habis. Niat liburan malah bikin meringis. Dari sana, kerugian tersebut dijadikan hutang. Padahal, jika kita paham resiko, itu adalah resiko bersama. Ketika mengalami kerugian , itu adalah rugi bersama. Tapi tidak, investor menyuruh saya untuk menggantinya.

Dan dari pengalaman tersebut saya mengambil pelajaran, ketika mendapat keuntungan dalam hal apapun orang lain akan selalu mendekat ketika. Dan ketika kita mengalami kerugian, mereka tidak mau menerimanya dan akhirnya melimpahkan resiko ke kita. Saya sependapat dengan apa yang dikatakan Kevin. “Mungkin kamu sekarang Bangkrut, no money tapi mental kamu nggak miskin. Keadaan akan cepat berubah dan kembali baik ketika kamu memiliki mental kaya.”

Dan akhirnya, untuk bangkit saya membangun sebuah usaha di bidang trading. Perusahaan introducing broker dan trading education. Semoga usaha saya lancar dan memberikan manfaat untuk orang banyak. Amin amin ya robbal alamin

Leave a Reply

%d bloggers like this: